SEJARAH PEMBUKAAN KAMPUNG WIWITAN
KOLONISASI LAMASI TANGGAL 27 JUNI 1940
PENDAHULUAN
Fuji syukur kami haturkan kepada Allah yang Maha Kuasa dimana dengan berbagai kepentingan dari berbagai pihak maka kami mencoba menuangkan sejarah ini dengan sebenarnya dan sesuai dengan fakta di lapangan, sehingga tanggal 24 Mei 1981 sejarah kampung Wiwitan dapat kami tuangkan dalam bentuk tulisan untuk kepentingan selanjutnya.
Pertama- tama perjalanan ( kolonisasi ) dari pulau Jawa menuju Sulawesi dengan menggunakan kapal laut dan ketika tiba di pelabuhan Palopo sudah di jemput dan disiapkan kendaraan truk open selanjutnya menuju Lamasi sebanyak 252 KK. Dalam perjalanan ke Lamasi melewati hutan belantara yang sekarang Desa Wiwitan.
Setelah tiba di lamasi ditampung di rumah jabatan Asisten yang sekarang rumah Dinas Camat.
Asisten Wedana memberi nama WIWITAN yang artinya :
Wiwit dari bahasa Jawa yang artinya : awal, mula dan di ditamabah akhiran – An sehingga menjadi WIWITAN yang artinya “pertama kali atau permulaan”.
Pada waktu tiba di Lamasi sudah ada beberapa rumah yang telah dibangun antara lain :
Pada saat berada di penampungan diberi pengarahan tentang kinerja, pembagian rumah serta pembagian-lokasi untuk perumahan dan persawahan.
Pertama kali diantar ke Lokasi untuk menempati rumah yang telah disediakan dan 1 rumah ditempati sebanyak 12 KK, dan dikepalai oleh satu orang yang ditugaskan oleh Asisten Wedana yang diberina Kepala BEDENG (Kelompok) artinya 1 Bedeng terdiri dari 12 KK dan 1 orang yang sebut kepala Bedeng.
Sebelum membabat hutan setiap KK mendapat bantuan peralatan berupa : 1 kaleng seperti kaleng biscuit ukuran besar didalamnya terdiri dari :
Setelah peralatan kerja diterima, mulai membabat hutan sesuai dengan petunjuk, dan setiap KK mendapat bagian tanah 0,25 Ha untuk calon perumahan dan untuk pekarangan/kebun.
Jaminan yang diberikan oleh pemerintah per Bulan yaitu berupa beras 18 kg per Jiwa dewasa dan 9 kg untuk anak- anak dan uang sebesar Rp. 50. Selain bantuan yang disebutkan diatas masih ada bantuan dari pemerintah berupa :
Sekitar 3 bulan pembabatan hutan tahap pertama telah selesai dan sudah dibagi sesuai aturan masing-masing mendapat 0.25 Ha, serta bibit-bibit yang diberikan juga sudah di tanam maka mulai membabat hutan bersama- sama tahap ke 2 untuk persawahan. Bagian persawahan untuk setiap KK sebanyak 1/3 Ha.
Satu tahun kemudian datang lagi kolonisasi gelombang ke 2 sebanyak 192 KK untuk sementara diditipkan di rumah warga yang datang duluan ( tahap pertama ). Mengenai jaminan perlakuannya sama seperti yang datang tahap pertama. Lokasi kolonisasi tahap ke 2 ditempatkan sebelah timur pasar lama yang sekarang kelurahan Lamasi, dan wilayah tersebut diberi nama Sambirejo dan Purworejo yang artinya Sambirejo ( Sambil kerja ) dan purworejo diambil dari nama daerah asal para Kolonisasi yang kebanyakan dari daerah Purworejo Jawa Tengah).
Sekitar 10 bulan bantuan pemerintah dihentikan karna dianggap sudah mampu berusaha secara mandiri. Tiga tahun kemudian pemerintah memberikan bantuan ternak berupa bibit anak sapi 1 pasang kepada kepala Bedeng dan apabila sudah ada hasilnya kepala bedeng wajib mengembalikan 2 ekor anak sapi kepada pemerintah dan selanjutnya anak sapi tersebut diberikan kepada warga yang lain untuk dipelihara dan seterusnya.
Penutup.
Jumlah KK Kolonisasi Lamasi tahap pertama sebanyak 252 KK dan Kolonisasi tahap ke 2 Sambirejo dan Purworejo sebanyak 192 KK Total tahap pertama dan ke 2 berjumlah 444 KK. Dan hari ini 5 Oktober 2016 HUT Wiwitan yang ke.76.
Demikian riwayat ringkas pembukaan kampung Wiwitan, Sambirejo dan Purworejo (Kolonisasi Lamasi).
Wiwitan 24 Mei 1981
Yang membuat
S. Pawiro Utomo.
Selanjutnya pada tanggal 6 Mei 2008 berdasarkan hasil survey dari Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu, maka Desa Wiwitan layak dimekarkan menjadi 2 (Dua) Desa yaitu DESA WIWITAN dan DESA WIWITAN TIMUR.
Catatan: Teks sejarah diatas disadur dari sejarah teks asli pada dokumen sejarah, sehingga huruf dan bahasanya sesuai dengan teks sejarah pada dokumen sejarah wiwitan.